TEMPAT KAMI MELAPORKAN


Terjemahkan halaman dengan Google

Artikel Publication logo April 25, 2021

10 Potret Madu Kaya Nutrisi Penjaga Hutan Hujan Tropis di Pekalongan

Negara:

Penulis:
A view of mountains in the Petungkriyono forest area, Indonesia.
bahasa Indonesia

Proyek

Mutualisme

Berbicara mengenai hutan tak bisa lepas dari fungsi dan keberadaannya. Acap kali hutan dianggap...

Pekalongan, IDN Times - Keberadaan hutan hujan tropis seperti di Petungkriyono memiliki banyak manfaat. Dilihat dari sisi agroklimatologi, hutan tipe tersebut mempunyai beragam jenis tumbuhan - hingga terjaminnya bunga sepanjang tahun - sebagai sumber pakan lebah untuk menghasilkan madu terbaik.

Madu termasuk dalam Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) - hasil hutan hayati baik nabati maupun hewani beserta produk turunan dan hasil budidaya kecuali kayu yang berasal dari hutan-. HHBK diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor P.77/MENLHK/SETJEN/KUM.1/10/2019 tentang Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu pada Hutan Produksi dan Pemungutan Hasil Hutan Bukan Kayu pada Hutan Negara.

Kebermanfaatan dari hutan dirasakan masyarakat di sekitar hutan Petungkriyono, tepatnya di Dukuh Mendolo Wetan, Desa Mendolo, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten PekalonganJawa Tengah. Mereka kini sukses membudidayakan lebah tanpa sengat yang bernilai ekonomi tinggi. Sebelumnya mereka bertindak destruktif dengan memburu sarang lebah di hutan, sekaligus merusak tanpa menyisakan koloninya.

1. Berburu lebah liar dan lebah tanpa sengat di hutan menjadi pekerjaan sehari-hari

10 Potret Madu Kaya Nutrisi Penjaga Hutan Hujan Tropis di Pekalongan
Dukuh Mendolo Wetan, Lebakbarang, Pekalongan, Jawa Tengah. Dhana Kencana/IDN Times

Sarang lebah liar umumnya berada di dahan pohon-pohon hutan sedangkan sarang lebah tanpa sengat ada di dalam batang pohon. Berburu sarang lebah di hutan menjadi aktivitas harian dari masyarakat di Dukuh Mendolo Wetan, Desa Mendolo, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan.

2. Sarang lebah dirusak setelah diambil madunya

10 Potret Madu Kaya Nutrisi Penjaga Hutan Hujan Tropis di Pekalongan
Lebah tanpa sengat atau klanceng beterbangan. Dhana Kencana/IDN Times

Untuk mengambil sarang lebah liar mereka menaiki pohon - karena tinggi ada di dahan - kemudian diambil sarang beserta koloninya. Kemudian untuk sarang lebah tanpa sengat mereka rusak sarang dengan menebang pohon - karena umumnya berada di dalam batang.

3. Tindakan destruktif mereka mengancam eksistensi hutan Petungkriyono

10 Potret Madu Kaya Nutrisi Penjaga Hutan Hujan Tropis di Pekalongan
Koloni lebah tanpa sengat atau klanceng. Dhana Kencana/IDN Times

Lebah berperan dalam penyerbukan tanaman karena sumber pakannya adalah nektar dan polen (serbuk sari). Jika lebah punah, tanaman terancam tidak dapat beregenerasi dan ekologi hutan rusak.

4. Masyarakat sadar sehingga pemanenan madu dilakukan secara berkelanjutan

10 Potret Madu Kaya Nutrisi Penjaga Hutan Hujan Tropis di Pekalongan
Pemanenan madu lebah klanceng hasil budidaya meliponikultur di Dukuh Mendolo Wetan, Lebakbarang, Pekalongan, Jawa Tengah. Dhana Kencana/IDN Times

Mereka tidak lagi merusak sarang dan koloni saat memanen, baik yang lebah liar--mengunduh madu pada bagian atau sisi bawah dengan menyilet--maupun lebah tanpa sengat--dengan konsep meliponikultur--.

5. Meliponikultur menjadi tren budidaya lebah tanpa sengat bernilai tinggi

10 Potret Madu Kaya Nutrisi Penjaga Hutan Hujan Tropis di Pekalongan
Kotak budidaya lebah tanpa sengat atau klanceng. Dhana Kencana/IDN Times

Di Indonesia ada sekitar 40 jenis lebah tanpa sengat--selain lebah liar (Apis spp)--atau umumnya dinamakan kelulut atau klanceng. Jenis yang dibudidayakan masyarakat Dukuh Mendolo Wetan adalah lebah klanceng (Heterotrigona itama).

6. Budidaya meliponikultur berdampak positif terhadap ekonomi dan ekologi

10 Potret Madu Kaya Nutrisi Penjaga Hutan Hujan Tropis di Pekalongan
Kotak budidaya lebah tanpa sengat atau klanceng. Dhana Kencana/IDN Times

Manfaat ekonomis bagi masyarakat mendapatkan keuntungan dari penjualan produk perlebahan, seperti madu atau diversifikasi komoditas serupa. Lalu, manfaat ekologisnya sebagai agen penyerbukan atau polinasi tanaman sehingga ada peremajaan dan membuat hutan terus beregenerasi.

7. Harga madu lebah klanceng lebih mahal dibandingkan lebah Apis spp

10 Potret Madu Kaya Nutrisi Penjaga Hutan Hujan Tropis di Pekalongan
Lebah tanpa sengat atau klanceng di kotak budidaya meliponikultur. Dhana Kencana/IDN Times

Satu botol berukuran 600 mililiter (ml) madu klanceng--hasil budidaya meliponikultur--mereka jual dengan harga Rp200 ribu. Sedangkan madu liar per botol Rp60 ribu. Lebah klanceng juga unggul dari segi kualitas dan kuantitas produksi.

8. Tarjuki memiliki 46 kotak budidaya lebah klanceng

10 Potret Madu Kaya Nutrisi Penjaga Hutan Hujan Tropis di Pekalongan
Pemanenan madu lebah klanceng hasil budidaya meliponikultur di Dukuh Mendolo Wetan, Lebakbarang, Pekalongan, Jawa Tengah. Dhana Kencana/IDN Times

Tarjuki (45), salah satu warga Dukuh Mendolo Wetan yang sukses dalam budidaya lebah klanceng. Satu kali panen--biasanya antara Agustus hingga November setiap tahun--ia mampu menjual 20 botol madu klanceng.

9. Ciri khas rasa madu lebah klanceng adalah asam

10 Potret Madu Kaya Nutrisi Penjaga Hutan Hujan Tropis di Pekalongan
Pemanenan madu lebah klanceng hasil budidaya meliponikultur di Dukuh Mendolo Wetan, Lebakbarang, Pekalongan, Jawa Tengah. Dhana Kencana/IDN Times

Madu klanceng umumnya berwarna gelap dan encer, dengan rasa khas asam yang merupakan fermentasi hasil proses pembentukan madu lebah tanpa sengat. Kandungan nutrisi, nilai gizi, dan antioksidan madu tersebut lebih tinggi dibandingkan madu biasa.

10. Kebaikan dari hutan hujan tropis dirasakan nyata oleh manusia

10 Potret Madu Kaya Nutrisi Penjaga Hutan Hujan Tropis di Pekalongan
Hutan hujan tropis Petungkriyono di Pekalongan. Dhana Kencana/IDN Times

Mereka mengerti pentingnya menjaga keanekaragaman hayati di kawasan hutan, memahami konsep agroforestri beserta pemanfaatannya, dan pengembangan produk berkelanjutan serta ramah lingkungan.

Organisasi Pangan Dunia (FAO) menyebut budidaya lebah menjadi salah satu peluang dalam peningkatan ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan hutan, termasuk di hutan hujan tropis Petungkriyono. Pengetahuan dan cara berpikir mereka telah komprehensif berbasis pada keanekaragaman hayati, teknologi terapan, dan pengembangan pasar yang menjadi modal dasar serta contoh membangun masa depan sektor kehutanan di Indonesia.

Liputan ini didukung Pulitzer Center melalui program Rainforest Journalism Fund.