TEMPAT KAMI MELAPORKAN


Artikel Publication logo May 27, 2021

Menuju Surga Tanah Bertuah

Negara:

Penulis:
Indonesian farmer bends down to plant crops in a garden.
bahasa Indonesia

Liputan ini mengupas upaya sebuah rumah sakit di pedalaman Kalimantan Barat, tepatnya di Sukadana...

SECTIONS

INDAH: Kabut memenuhi tutupan tajuk Taman Nasional Gunung Palung di suatu pagi. Foto ini diambil oleh Tim Laman, seorang fotografer asal Amerika Serikat yang mengaku sangat mencintai keindahan alam TNGP. TIM LAMAN FOR PONTIANAK POST

PERAHU motor cepat (speed boat) yang kami tumpangi melaju menyusuri Sungai Kapuas menuju arah selatan Kalimantan Barat. Deretan pohon mangrove di sepanjang pinggir sungai menemani perjalanan. Selama enam jam, perahu yang sarat muatan ini akan membawa kami menuju Sukadana, Kayong Utara.

Ombak sungai sesekali menghantam badan speed boat. Terutama saat speed, demikian penumpang kerap menyebutnya, berpapasan dengan kapal atau perahu cepat lain. Angin kian kencang menerpa saat speed mulai keluar dari muara Kubu dan memasukiPerairan Telok Batang. Hujan datang membuat ombak meninggi. Goncangan perahu pun kian kuat terasa. Rintik hujan mulai masuk di sisi kanan dan kiri perahu. Syukurlah tak lama kemudian hujan mereda.

Waktu sudah menunjukkan pukul 14.00. Sudah enam jam sejak kami memulai perjalanan dari Dermaga Kapuas Indah Pontianak. Di kejauhan, mulai terlihat daratan yang menghijau. Moncong speed terus mengarah ke dermaga.

Kami akhirnya sampai di lokasi yang dituju. Langit cerah menyambut kami. Bukit penuh pepohonan terlihat memagari pantai. Laut dengan gelombang yang tenang saling bekejaran menuju pantai yang landai. Indah sekali. Inilah Sukadana, ibu kota Kayong Utara. Tempat perpaduan pantai, perbukitan, dan teluk.

Tanah Bertuah begitulah orang menjuluki kabupaten ini. Tuah sendiri berarti berkah yang mendatangkan keuntungan, kebahagiaan, keselamatan, dan sebagainya. Julukan ini begitu pas dengan keindahan dan kekayaan alam yang dimiliki Kayong Utara. Dari sisi geografis, Kayong Utara memiliki banyak sekali keunggulan. Pantai yang indah, perbukitan yang menghijau, dan kekayaan lain menjadikan wilayah ini punya nilai lebih dibanding daerah lain.

Mobil jemputan sudah menunggu di luar dermaga yang berupa jembatan panjang nan kokoh. Untuk sampai ke pintu luar memang cukup jauh. Beberapa tukang ojek menawarkan jasa untuk mengantar sampai ke pintu. Kami pun menerima tawaran mereka.

Kayong Utara adalah kabupaten pemekaran dari Ketapang. Kayong Utara memiliki wilayah konservasi yang sangat luas. Taman Nasional Gunung Palung  (TNGP) menyimpan kekayaan hayati yang sangat tinggi. Inilah kekayaan alam sesungguhnya yang dimiliki Kayong Utara.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Palung Ari Wibawanto mengatakan TNGP mempunyai ekosistem yang dikatakan sebagai yang terlengkap di antara taman-taman nasional di Indonesia. “TNGP adalah habitat bagi orangutan, kelempiau, bekantan, macan dahan, hingga enggang gading,” ujarnya.

Menurut Ari, ekosistem kawasan TNGP meliputi hutan rawa, rawa gambut, hutan rawa air tawar, hutan mangrove, dan hutan pegunungan. Jenis flora yang dapat ditemukan antara lain jelutung, ramin, damar, pulai, rengas, kayu ulin, tanaman bakau, kendeka (tumu) dan berbagai tanaman obat. Flora unik lainnya yang dapat dijumpai adalah anggrek hitam.

Kelestarian TNGP pernah terancam oleh pembalakan liar. Pada 2000, kawasan TNGP salah satu kawasan yang terancam deforestasi. Ribuan orang bekerja menebang kayu di kawasan ini. Banyak sekali gergaji mesin yang dimiliki warga. “Saat itu mayoritas warga masih mengandalkan hidup dari penebangan pohon. Kebutuhan kayu yang besar membuat hutan terus dieksploitasi,” ujar Ari.

Tapi seiring perjalanan waktu, berkat kolaborasi dengan sejumlah lembaga, jumlah pembalak liar (logger) semakin berkurang. “Kami menjalin kerja sama, antara lain dengan Klinik Asri. Tentu leader-nya tetap pemerintah melalui TNGP,” ujarnya.

Klinik Asri yang dimaksud Ari adalah klinik di Sukadana yang memadukan pelayanan kesehatan dengan upaya penyelamatan lingkungan.

Bupati Kayong Utara Citra Duani yang kami temui di rumah dinasnya malam itu mengatakan, pemerintah terus berupaya agar kekayaan alam ini bisa terus lestari sehingga bisa disaksikan generasi penerus. “Konservasi dan kesejahteraan masyarakat semestinya bisa saling beriringan,” ujarnya, Selasa (4/5/2021).

Sebagai kabupaten muda, kata Citra, masih banyak persoalan yang dihadapi Kayong Utara. Mulai dari soal indeks pembangunan manusia, kesejahteraan, hingga soal lingkungan. “Itu semua pekerjaan rumah bagi kami,” kata Citra.

Menurut Citra Duani, tidak sedikit warga masih mengandalkan hutan sebagai mata pencarian. Mereka bekerja menebang pohon dan menjual kayu untuk memperoleh penghasilan. Di tahun 1980, mayoritas masyarakat memang bekerja sebagai penebang.

Tapi seiring perjalanan waktu, kondisi ini mengalami perubahan. Kini masyarakat sudah banyak yang sadar akan pentingnya menjaga hutan.

Pemerintah dibantu sejumlah lembaga berusaha memberi pemahaman kepada masyarakat untuk tidak tergantung pada penebangan hutan. Citra Duani mengakui upaya tersebut terbukti efektif menekan deforestasi di TNGP.  “Kini banyak lembaga yang membantu kami dalam program pelestarian lingkungan,” ujarnya.

Salah satu lembaga yang dinilai Citra sangat berperan menjaga hutan Kayong Utara adalah Klinik Asri. Klinik di Sukadana ini memadukan layanan kesehatan dengan pelestarian lingkungan. “Klinik ASRI ini menjadi sebuah yayasan sudah dikenal banyak orang di dunia. Rasanya malu kalau kita tidak mengungkap apa yang telah dilakukan Klinik Asri. Pegawai-pegawai yang dimiliki yayasan ini begitu lengkap keahliannya. Ada yang membidangi lingkungan, konservasi dan kesehatan,” ujar Citra.