TEMPAT KAMI MELAPORKAN


Terjemahkan halaman dengan Google

Artikel Publication logo May 8, 2021

Kebun Raya Megawati Soekarnoputri, Hasil Reklamasi Lahan Eks Tambang PT Newmont Minahasa Raya

Negara:

Penulis:
man riding a bike on a dirt road through the forest
bahasa Indonesia

Kawasan eks tambang emas PT Newmont Minahasa Raya (NMR) di Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara telah...

SECTIONS

aerial view of a lake surrounded by rocks and forest
Lahan Eks Tambang PT Newmont Minahasa Raya kini telah direklamasi dan telah dijadikan Kebun Raya Megawati Soekarnoputri. Foto diambil Maret 2021. Tribun Manado/Finneke Wolajan.

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bukit Mesel Ratatotok kini telah hijau. Sejauh mata memandang, ada deretan pohon yang berdiri beraturan.

Ada pohon jati, kayu manis, sengon, mahoni, jabon merah, linggua, ketapang air dan jenis tumbuhan lainnya. Pohon-pohon ini tumbuh rapi dengan jarak sekitar 3 – 4 meter. Tinggi menjulang, sekitar 20 – 30 meter ke atas.

Hijau dan menyejukkan. Tak terbayangkan Bukit Mesel yang memiliki seluas 221 hektar ini adalah kawasanan tambang emas.

Hutan di Bukit Messel yang berlokasi di RatatotokMinahasa TenggaraSulawesi Utara adalah hasil reklamasi PT Newmont Minahasa Raya (PT NMR), yang kemudian menjadi Kebun Raya Megawati Soekarnoputri.

Bunyi mesin pabrik, serta roda truk berukuran raksasa tak lagi terdengar di Bukit Mesel kepulan asap hitam dari cerobong pabrik pengolahan emas yang tak lagi nampak. Seluruh bangunan pabrik, mes pekerja, dan perkantoran telah dibongkar.

worm's eye view of the forest
Lahan Eks Tambang PT Newmont Minahasa Raya kini telah direklamasi dan telah dijadikan Kebun Raya Megawati Soekarnoputri. Foto diambil Maret 2021 (Tribun Manado/Finneke Wolajan)

Permukaan bukit setinggi 420 meter itu kini telah hijau, penuh dengan pohon yang diselingi semak-semak belukar. Di tengah kawasan reklamasi, ada danau seluas 700 x 500 meter, berkedalaman 135 meter. Danau merupakan kawah bekas galian tambang utama.

Menjadi kebun raya, kawasan reklamasi PT NMR ini telah dibangun infrastruktur penunjang. Gerbang utama menyambut ketika memasuki Kebun Raya Megawati Soekarnoputri. Di samping pos penjagaan, ada tulisan raksasa ‘Kebun Raya Megawati Soekarnoputri Ratatotok Mitra’.

Suasana gerbang utama kental dengan budaya Minahasa, ditandai dengan patung burung Manguni, burung disakralkan masyarakat suku Minahasa.

Jalan aspal membelah hutan, sebagian lainnya masih jalan berbatu dan tanah yang hanya bisa dilalui dengan mobil jeep maupun motor trail. Gedung-gedung operasional kebun raya telah berdiri.

a dirt road with two motorcycles and a red truck
Lahan Eks Tambang PT Newmont Minahasa Raya kini telah direklamasi dan telah dijadikan Kebun Raya Megawati  Soekarnoputri. Foto diambil Maret 2021.

Reklamasi lahan eks tambang PT NMR ini mendapat kriteria sukses dengan nilai 93 dari Kementerian Kehutanan RI dan menjadi kawasan percontohan rehabilitasi pasca  tambang.

PT NMR berdiri pada tahun 1984 dan berhenti beroperasi di Ratatotok pada tahun 2004, setelah menggali emas sebanyak 1,9 juta troy ounce.

Proses reklamasi berlangsung tahun 1996 hingga 2010. Bukit Mesel dikembalikan menjadi hutan tanaman produksi terbatas, kembali seperti perbukitan pada umumnya. Pada Januari 2011, PT NMR resmi menyerahkan kembali areal pinjam pakainya kepada Pemerintah RI.

Proses reklamasi ini melalui proses yang panjang. Menteri Kehutanan mengeluarkan surat keputusan Nomor SK.175/Menhut –II/2014,  tertanggal Februari 2014, tentang Penetapan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) untuk Hutan Penelitian, Pengembangan dan Pendidikan Lingkungan dalam Bentuk Kebun Raya pada Kawasan Hutan Produksi Terbatas di Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara seluas sekitar 221 hektar.

Hak pengelolaan kawasan ini kemudian diserahkan kepada pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara. Dengan surat keputusan itu, area reklamasi hutan lahan bekas tambang PT NMR menjadi KHDTK.

Surat keputusan ini juga kemudian mendorong DPRD Kabupaten Mitra menetapkan KHDTK ini menjadi Kebun Raya Megawati Soekarnoputri.

person riding a bike on a dirt road cutting through the forest
Aspal yang membelah Kebun Raya Megawati Soekarnoputri, hasil reklamasi lahan tambang PT Newmont Minahasa Raya. Foto diambil Maret 2021 (Tribun Manado/Finneke Wolajan).

Nama tersebut diberikan sebagai wujud apreasiasi masyarakat Kabupaten Minahasa Tenggara kepada Megawati Soekarnoputri (Presiden RI kelima) terhadap komitmen beliau dalam mendukung program pembangunan kebun raya di Indonesia.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebut pembangunan Kebun Raya Megawati Soekarnoputri merupakan langkah penyelamatan keanekaragaman hayati khususnya di Kabupaten Minahasa Tenggara, dikutip dalam Warta Kebun Raya Edisi Khusus November 2020.

Selama kurun waktu enam tahun, perjalanan pembangunan kebun raya ini mengalami kemajuan yang cukup baik dalam pembangunan infrastruktur.

Pada tahun 2017, telah dibangun sarana pembibitan sementara di kompleks perkantoran Kecamatan Ratatotok, sumber dana dari LIPI. Tahun 2018 dibangun kantor pengelola, pintu gerbang utama, dan pintu gerbang sekunder, sumber dana Kementerian PUPR.

Serta pengerasan dan pengaspalan jalan menuju kawasan kebun raya, sumber dana Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Pemkab Mitra).

Tahun 2019 dibangun gerbang sekunder, bangunan paranet pembibitan, kantor pembibitan, toilet, pengolahan sampah, dan taman, sumber dana Kementerian PUPR. Serta pengerasan jalan utama dalam kawasan kebun raya, sumber dana Pemkat Mitra.

Tahun 2020, kembali pengerasan jalan utama kawasan kebun raya, sumber dana Kementerian PUPR. Serta pengaspalan jalan utama dalam kawasan, sumber dana Pemkab Mitra.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Minahasa Tenggara, Muchtar Wantasen mengatakan tahun 2021 pembangunan Kebun Raya Megawati masuk ke tahap tiga. Saat ini tengah membangun gedung informasi dan gedung serbaguna.

Muchtar menyebut pihaknya belum bisa memastikan kapan kebun raya ini akan selesai. “Kalau lihat di master plan-nya, masih banyak sekali ini (pembangunan). Taman saja kalau tidak salah ada sembilan,” ujarnya saat diwawancarai Maret 2021.

Hal yang paling penting untuk dilakukan selanjutnya adalah pelaksanaan lima fungsi kebun raya, yaitu konservasi, penelitian, pendidikan, wisata, dan jasa lingkungan.

Dengan berjalannya fungsi-fungsi tersebut akan memberikan manfaat tidak hanya bagi kegiatan konservasi tumbuhan tetapi bagi masyarakat luas dengan meningkatkanya kegiatan ekonomi di sekitar lokasi Kebun Raya Megawati Soekarnoputri(Finneke Wolajan)


Laporan ini diproduksi atas dukungan dari Dana Jurnalisme Hutan Hujan (Rainforest Journalism Fund) yang bekerja sama dengan Pulitzer Center.